artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

TO DIE, Weekend Terror Tour 2013 Part II


By on 21.10.13

Minggu 6 Oktober 2013

pagi itu jam 4 Adi berbaik hati mengantar saya ke terminal Patria untuk menuju ke Malang menggunakan bis. Berada di bis pagi itu sungguh menyegarkan, aroma pagi yang segar membuat saya terlena dalam mimpi, di tambah dengan sedikit nya penumpang yang ada di bis pagi itu. sempat terlempar menuju ke masa lalu, bertemu dengan mimpi yang berputar tanpa henti. tiba tiba saya terbangun dan mendapati seorang penumpang yang dudk mepet di samping saya, refleks saya pegang dompet dan cek bawaan saya di bawah kaki, masih lengkap. kernet bis pun tampaknya mengetahui gelagat orang di samping saya dan menyuruh nya untuk pindah ke kursi lain yang masih banyak kosong nya. tanpa berprasangka buruk, dengan banyak nya kursi kosong tapi memilih duduk mepet di samping saya yang tertidur pulas sendirian sudah menjadi sebuah alasan untuk selalu waspada. 

pukul 7 pagi itu Malang tampak terlihat tenang. terminal Arjosari masih belum sesibuk itu dan saya manfaatkan untuk sarapan soto madura serta meng kontak fajar (Tarung Records) untuk menjemput saya. membutuhkan sebuah wake up call bagi fajar untuk segera beranjak dari tempat tidur nya dan menjemput saya di terminal. tampak nya sisa hang out semalam masih terasa, beruntung rumah nya terletak di pinggir kota yang dekat dengan terminal, tak lama kemudian fajar datang dan langsung membawa saya ke rumah nya, sebuah rumah asri terletak di pinggiran kota yang sejuk. belum sempat saya mandi, fajar menawarkan ajakan untuk sarapan (lagi) sekalian membelikan sarapan untuk kakak nya. okay, sebuah tawaran kuliner tak butuh basa basi penolakan dari saya. langsung kami menuju ke penjual pecel Madiun di dekat perumahan. saya pilih pecel dengan lauk perkedel dan teh anget. bersyukur perut saya masih muat pagi itu.

mulai lah merencanakan kegiatan kami siang itu sebelum menuju ke gig. mandi dan tiduran sejenak membuat saya segar kembali dan bersiap menuju ke Batu, sasaran wisata siang itu. tampak ada beberapa pilihan menarik untuk saya dan akhirnya dengan sedikit bercanda saya pilih ECO Green Park sebagai sasaran kami dengan alasan karena kita support Eco Punk hahaha.

tiket 45k/kepala sudah di tangan dan kami pun ber senang senang di tempat tersebut. siang berlalu, kami pun menuju alun alun Batu untuk kuliner di situ dan menemukan spot menarik di pinggir jalan yang menjual mie jamur serta rolade tahu. sempat mengkontak beberapa teman Batu (ada Anca The Shantoso juga sedang berada di Batu) tapi tampaknya mereka masih tertidur sisa hang out semalam. kami cuma sempat bertemu Andika dengan pacarnya di sebuah food court samping alun alun Batu. back to Fajar's house untuk mandi dan prepare menuju ke venue.

Alfan, organizer gig malam tersebut mengabari bahwa gig akan di mulai sekitar jam 7an tapi saya bisa cek sound sebelumnya. karena kecapekan saya memilih untuk tiduran dulu, toh bagi saya cek sound itu = bagian dari set performance :) . Gandhi Pakis sempat sms dan ingin bertemu di rumah fajar tapi saya sarankan untuk bertemu di venue saja, sayang nya kami gak sempat bertemu kemudian, ternyata anak nya sedang rewel. 

jam 6 sore setelah makan malam, saya dan Fajar menuju ke venue, Houtenhand. tampak Alfan sudah berada di venue dan menyambut kami. saya terkagum kagum dengan venue ini. sebuah beer house mungil 3 tingkat di tengah kota yang multi fungsi. lantai satu untuk bar, lantai 2 venue gig dan lantai 3 untuk distro, dan venue ini buka 24 jam. desain interior Houtenhand sangat lah raw, dengan dinding bata yang tidak di lepo, terkesan gelap tapi sekaligus cocok sebagai ber house. naik ke lantai 2 tampak teman teman Sarajevo sedang cek sound. dengan pedal efek yang ber jejer dan sound source berasal dari smart phone, mereka sibuk mengutak atik line alat untuk set mereka. tampak sedikit trouble dengan mixer dan kabel jack nya. saya pun segera menyusul mereka mencoba set saya, takut nya terjadi hal hal yang bikin set alat saya lama. dan memang benar, setelah utak atik sana sini tampaknya saya harus di kecewakan dengan mixer yang ada, saya butuh ampli! dan untungnya ada Rusli Hatta dari Disharmoni Menyentuh yang datang kemudian menawarkan ampli nya untuk saya pakai. dan terkejutlah saya karena dia membawa sebuah ampli Orange. fuk yeah!

ohya, sebelumnya saya dan Rusli sudah mengenal melalui FB dan ternyata dia satu band sama teman lama saya jaman MiRC, Andin Becuz. 

akhirnya kelar sudah cek sound saya, gak begitu puas karena saya nggak mendapatkan sound yang saya inginkan seperti saat di Blitar kemaren, tapi tak apalah. menuju ke bawah untuk menitipkan stuff saya ke Jati, lalu menyapa teman teman dari Batu serta Anca juga Monox yang datang ke venue kemudian. 

sekitar jam 8an gig di mulai, di buka oleh MC Alfan dan alunan nada membius dari Smart Phone. sebuah bola lampu disko sudah menggantikan aura venue malam itu menjadi lebih semarak walaupun terasa pengap dengan hamburan asap rokok dan aroma bir dimana mana. Disharmoni Menyentuh membuka gig malam itu dengan sangat syahdu. merinding saya mendengar suara Andin menyanyikan lirik lagu nya. ada nuansa folk, postrock dan noise beradu dengan manis nya membalut suara Andin malam itu. semua memakai alat manual mulai dari gitar akustik, gitar elektrik, pipa sampai bambu yang mengeluarkan suara gemericik hujan. so beautiful! band yang sangat saya rekomendasikan buat kalian tunggu performance dan albumnya.

next, it's my turn. set alat sudah siap jadi tak perlu menunggu lama, langsung saya setel tombol on di mp3 speaker saya yang menyulut Tibetan chanting menggema di seantero venue sempit malam itu. berlanjut dengan adegan perkosaan knob knob Atari Punk Console dan Oscilator serta pedal efek di depan saya. gak sampae 10 menit kemudian, klimaks. short set dan get the fuck out of here, that's the recipe. 

lanjut kemudian Sarajevo meng kudeta stage kecil di sudut venue lengkap dengan perkusi yang di gawangi oleh Andi Alo dan tampak di sudut lain ada Fritz yang memegang sheet lirik dan berpuisi entah apa. mereka tampak sangat menikmati set mereka, white noise dengan iringan perkusi dan pembacaan puisi. total hampir 2 jam mereka menggagahi kuping semua audience malam itu, tampak wajah lelah tertunduk dan terduduk di kursi kursi kecil depan set, tak jarang satu dua ada yang tertidur entah menikmati musik atau terbuai alkohol. sebuah kombinasi mematikan!

kelar gig saya turun ke bawah, berbincang dengan teman teman lama dari Kebalen crew juga teman teman baru yang saya dapat malam itu. tak lama kemudian mas Andi, pemilik Houtenhand juga nge band di Ajer, mengajak saya, Alfan dan Fajar mencari makan malam di luar. Tahu telor bumbu kacang menjadi destinasi kuliner saya malam itu. sambil berbincang mengenai scene dan keadaan kota masing masing.

kembali ke Houtenhand, saya ambil kembali lapakan saya, serta tak lupa barter cd dengan band nya Jati. saya, Fajar dam Alfan bergegas menuju ke angkringan milik Andi Alo untuk berbincang sejenak dengan teman teman Sarajevo sambil menikmati jahe gepuk panas. Eko Marjani datang bergabung kemudian, obrolan pun meluas mulai dari scene sampai ke masalah cinta.

Fajar dan saya pun pamit undur setelah merasa tak kuat menahan kantuk. kembali menuju ke peraduan untuk kemudian pagi nya saya di antar Fajar ke stasiun untuk kembali ke kota tercinta, Yogyakarta. (Menus)

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan