artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

NEGERI UTOPIS: Impian dan Angan


By on 30.9.13

Plato pernah menuliskan bahwa negeri utopis, sebuah negeri impian yang damai dan bertabur kemakmuran makmur, pernah ada di salah satu ujung dunia. Negeri di mana penduduknya hidup dengan harmoni, ketenangan, kebahagiaan, dan keselarasan. Negeri di mana ilmu pengetahuan adalah sebuah barang yang lumrah dan dapat ditemui pada setiap individu. Tempat di mana konflik dan peperangan yang tidak perlu adalah sebuah barang yang harus dibuang jauh-jauh.

Tidak jelas di mana negeri itu berada, dan apakah Plato menggungkapkan sebuah fakta atau hanya sekedar angan belaka. Barangkali, negeri utopis itu hanya harapan baginya. Namun barangkali pula negeri tersebut benar-benar pernah ada di suatu tempat di dunia ini. Tempat yang terlupakan, tempat yang telah jauh ditinggalkan, tempat di mana peradaban pertama dibentuk oleh nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu.

Setiap manusia mempunyai angan sendiri tentang masa depan yang mereka harapkan. Dan salah satu impian yang saya miliki adalah melihat sebuah tempat di mana setiap manusia dapat mengerti perbedaan satu dengan yang lain dalam sudut pandang yang berbeda. Kita berada di sebuah tempat di mana perbedaan hampir sama artinya dengan kebencian, dan setiap kebencian hampir sama artinya dengan peperangan. Dan mengapa manusia gemar sekali untuk berperang, padahal di dalam peperangan itu pastilah setiap individu yang terlibat di dalamnya akan menderita suatu trauma berkepanjangan.

Negeri Utopia barangkali memang tidak pernah ada di muka bumi, namun bukan berarti kita tidak mampu untuk menciptakannya. Bukan suatu hal sulit untuk menciptakan dunia yang penuh dengan perdamaian dan keselarasan. Bukan sebuah hal sulit juga menciptakan dunia yang penuh dengan ilmu pengetahuan, toleransi, dan harmoni. Syarat utumanya hanyalah keinginan, yang dikembalikan pada setiap individu yang melangkah di dunia ini. Apakah setiap individu itu hanya akan menuruti pemikiran purba yang kita bawa dari residu evolusi, atau mencoba untuk membuat pemikiran-pemikiran baru yang jauh lebih beradab.

Suatu saat kita akan bertemu dengan masa di mana manusia mampu mengatasi masalah mereka dengan alam, penyakit, dan ketakutan akan kepunahan populasi kita. Namun, ancaman yang sebenarnya datang dari masing-masing diri. Manusia akan tetap menjadi serigala bagi manusia yang lainnya, homo homini lupus. Kebencian dan peperangan akan terus terjadi, dan skala yang ditimbulkannya akan jauh lebih luas dan mengerikan. Namun jika setiap manusia mampu untuk menahan diri, dan berpikir dalam kedamaian, maka setiap pertumpahan darah yang tidak perlu itu tidak akan pernah terjadi.

Alangkah indahnya sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan keselarasan. Setiap manusia mampu untuk mencari kebahagiaan mereka dalam kodrat-kodrat yang sudah dijelaskan. Masa ketika sebuah harapan bukanlah sebuah isapan jempol belaka, namun sebuah kepastian yang hanya menunggu waktu. Masa di mana kepentingan-kepentingan individu sama artinya dengan kepentingan-kepentingan bersama. (Aninkovsky)

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan