artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

MESIN PEMBUNUH ITU BERNAMA McDONALDS



Kita semua sekarang sudah tahu, bagaimana keburukan-keburukan McDonald's yang sebenarnya, bagaimana perusahaan tersebut mengeksploitasi sumber daya manusia dan sumber daya alami. Tapi bagaimana bila kita bekerja di McDonald's? Apakah kita harus keluar dari pekerjaan kita? Kalau kita keluar, bagaimana lagi kita bisa mendapatkan penghasilan? Tapi bila kita tidak keluar, dan tetap bekerja, bukankah itu juga mendukung sistem kapitalis yang merusak negara kita? Kita tidak perlu keluar untuk tidak mendukung McDonald's. Kita bisa menentangnay dengan cara bergabung atau mendukung para McMouse yang ada di banyak store McDonald's. Tapi apakah McMose itu? Kalian tahu apa arti dari 'Mouse' bukan? Jadi, McMouse adalah sebutan para pekerja di McDonald's yang sifatnya mengambil kembali sebagian kekayaan yang diterima McDonald's. Perampok? Bukan! McMouse bukanlah seorang perampok! McMouse hanya mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi hak para pekerja di McDonald's. Para pekerja disana telah di eksploitasi tenaganya oleh McDonald's. Mereka di bayar rendah dan penuh tekanan untuk jam kerja yang panjang dan tidak menentu, serta tanpa jaminan. Lalu apakah salah apabila mereka mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi hak mereka? Tidak! McMouse mengambil kembali haknya dengan cara mengambil seperti seekor tikus. Seekor tikus mengambil makanannya secara sembunyi-sembunyi dan pada saat yang tepat. Nah, Begitu pula cara McMouse disana beraksi. Aksi para McMouse tersebut sebenarnya memang merugikan pihak perusahaan. Tapi kerugian perusahaan tersebut tidak seberapa dibandingkan kerugian yang diderita oleh para pekerjanya. Tidak ada artinya dibandingkan dengan kerugian yang diderita negara negara dunia ketiga yang tanahnya diambil dari penduduknya yang miskin, hanya untuk menternakan sapi sapinya, yang ternyata keuntungan bukan untuk rakyat miskin tersebut, tapi untuk keuntungan perusahaan yang sudah sangat kaya-raya. Kerugian yang diterima perusahaan sangat tidak sebanding dengan kerugian yang diderita orang-orang miskin tersebut. Jadi, sedandainya suatu saat kamu kebetulan melihat, atau memergoki seorang McMouse sedang menjalankan aksinya, bantu dan dukung dia dalam menjalankan aksinya. Jangan gagalkan aksinya! Karena dengan menggagalkan aksi McMouse tersebut, berarti kamu mendukung sepenuhnya sistem kapitalis yang merugikan diri kita juga, atau berarti kamu adalah seorang penjilat, yang ingin mendapat keuntungan sendiri atas penderitaan orang lain. Apakah kamu seorang penjilat?

Apakah kamu pernah melihat anak-anak jalanan atau para gelandangan yang terbaring kedinginan dan kelaparan di jalan-jalan kota? Apakah kamu pernah tahu, betapa sulitnya mereka mencari sedikit makanan untuk mengisi perutnya yang sudah sangat lapar sehingga terkadang mereka harus mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah seperti seekor binatang yang kelaparan? Apakah kamu juga tahu bagaimana setiap harinya di McDonald's kelebihan stock makanan? Lalu apakah kamu tahu juga bagaimana perusahaan yang kaya raya seperti McDonald's mengatasi kelebihan stock makanannya? Tapi apakah kamu juga tahu, bahwa cara McDonald's mengtasi kelebihan tersebut adalah memasukan burger-burger, daging-daging, nasi yang berlebih tersebut kedalam sebuah karung plastik, lalu menyiramnya dengan air sehingga makanan tersebut tak berupa dan tak dapat dimakan lagi, kemudian membuangnya ke tempat sampah? Apakah kamu tahu tentang semua hal tersebut? Apakah kamu juga mendukung McDonald's yang lebih baik membuang makanannya ke tempat sampah daripada dibagikan kepada pada anak terlantar dan gelandangan yang sangat kelaparan? Apakah kamu salah seorang yang berbuat seperti McDonald's? Apakah kamu tidak sadar, bahwa zaman sekarang katanya sudah semakin maju, sebenarnya malah semakin mundur? Apakah ketidakpedulian McDonald's terhadap kaum miskin adalah sebuah kemajuan ? Apakah sebenarnya kemajuan teknologi hanya untuk membentuk manusia menjadi mesin, membuat manusia kehilangan perasaannya dan menjadi sebuah bentuk seperti mesin? Apakah kita semua memang ingin menjadi sebuah mesin yang tak berperasaan? Apakah sebenarnya guna dari pendidikan di sekolah sekolah kalau hasilnya cuma robot yang tak mempunyai perasaan, tak perduli lagi pada sesamanya yang berada dalam kesulitan? Lalu siapakah kita sebenarnya? Robot? Apakah kita memang senang hidup sebagai robot, yang dikendalikan oleh mesin, bukan oleh akal pikiran kita sebanagi manusia? Lalu apa gunanya kita mempunyai kemampuan untuk berpikir dan merasakan kalau kita memilih hidup sebagai mesin? Mungkin kita bisa tidak peduli pada para gelandangan dan kaum miskin, asal kita bisa makan kenyang. Bukankah uang yang dipakai membeli makanan di McDonald's adalah uang kita sendiri? O.K! Kita bebas berpendapat seperti itu. Tapi apakah kita tidak pernah berpikir, bagaimana bila para gelandangan itu adalah diri kita? Apakah kita pikir, kita tahu bagaimana masa depan kita? Akan menjadi kaya, atau miskin? Apakah kita tidak pernah melihat sejarah, bahwa seorang yang kaya bisa saja jatuh miskin dan menjadi gelandangan? Bagaimana rasanya bila kita merasa lapar dan haus, lalu kita melihat setumpuk makanan dibuang begitu saja tanpa sedikitpun diberikan kepada kita? Bagaimana perasaan kita? Sakit hatikah kita? Para anak-anak jalanan dan para gelandangan itu juga manusia yang bisa merasakan rasa lapar, rasa dingin dan sakit hati. Pikirkan perasaan dan penderitaan mereka. Mungkin kita tidak bisa menolong mereka dengan langsung memberikan makanan pada mereka, tapi dengan tidak membeli makanan di McDonald's, itu sudah berarti sedikit menolong menghapus sistem yang sedikit banyak turut membiarkan mereka sengsara. Sistem kapitalis ada karena dukungan kita pad asistem tersebut, dan McDonald's tetap ada karena dukungan kita pada perusahaan tersebut. Apakah lalu kita akan terus mendukung McDonald's yang jelas jelas tak peduli pada apapun selain keuntungannya sendiri ? Apakah kita akan membiarkan sistem yang tak seimbang terus berjalan ? Apakah kita akan membiarkan orang semakin kelaparan, sementara sang badut Ronald McDonald's terus tersenyum? Kita tahu siapa sebenarnya yang harus kita tolong, apakah perusahaan multinasional seperti McDonald's atau orang orang yang miskin? Semua pilihan ada di tangan kita sendiri ! (Sumber: Submissive Riot - Non profit anarcho newsletter - #2 /July 1998)

McDONALD'S BERSALAH !
Tanggal 31 maret 1998, diadakan pengadilan untuk McDonald's atas tuntutan dari NUS (National Union of Student - atau organisasi pelajar nasional dari Inggris). Tuntutan NUS yaitu, McDonald's adalah praktek anti perserikatan pekerja, pengeksploitasian pekerja, yang berhubungan dengan pengerusakan lingkungan, kekejaman pada hewan dan pempromosian produksi-produksi makanan yang tidak sehat.
Di akhir persidangan, Hakim memutuskan McDonald's bersalah atas fakta fakta yang ditemukan, yaitu:
  • McDonald's mengeksploitasi anak anak melalui iklannya.
  • Mereka bersalah atas kekejaman terhadap hewan.
  • Perusahaan tersebut anti perserikatan pekerja dan membayar pekerja diabwah standar.
  • McDonald's bersalah atas penghancuran hutan hujan di negara-negara dunia ketiga.
  • Penyia-nyian, Polusi, dan Sampah yang disebabkan oleh produk dari McDonald's yang tidak bisa di daur ulang.
NUS tidak mau berasosiasi dengan perusahaan tersebut karena pengeksploitasian manusia, hewan, dan lingkungan. Dan keputusan tersebut dirayakan juga oleh para punx, skinhead, anarkis dan radikalis sayap kiri di Inggris. (Berita ini diperoleh dari : London Greenpeace press release, 14th April 1998)

STOP PEMBANTAIAN YANG TIDAK PERLU ! STOP McDONALDS !
Ok! Kebanyakan dari kita percaya bahwa binatang diciptakan oleh tuhan untuk diberikan pada manusia. Tapi apakah kita diberi hak untuk mengeksploitasikannya hanya untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya ? Membunuh binatang untuk dimakan dan bertahan hidup. Itu wajar. Tapi membunuh binatang untuk menambah kekayaan? Apakah itu wajar? Apakah kita tidak pernah berpikir bahwa binatang itu ciptaan tuhan yang tidak bisa kita buat? Apakah kita tidak pernah berpikir bahwa binatang juga dapat merasa takut, sedih, dan sakit? Apakah kita mendukung McDonald's yang mengeksploitasikan binatang untuk menambah kekayaan, bukan untuk bertahan hidup dan membantu hidup orang lain? Kita tidak perlu mendukung pembantaian, penghapusan kehidupan untuk alasan yang tidak kuat, yaitu PENAMBAHAN KEKAYAAN !

KIDS AGAINST McDONALD'S !
McDonald's telah menipu hampir semua lapisan masyarakat terutama anak anak!
Mengapa ? karena McDonald's adalah tak lain dari :
  • Penyebab Kanker (McCancer) - Mengikis kesehatanmu dengan menjual bahan bahan makan awetan, semua makanan di McDonald's tak pernah berupa makanan segar dan sehat, dan hal-hal seperti itulah yang sering menimbulakn penyakit kanker hanya untuk menambah keuntungan.
  • Pembunuh (McMurder) - Yang mengeksploitasi hewan-hewan yang secara besar-besaran dibantai hanya untuk menambah keuntungan.
  • Perusak (McDestructor) - Yang menghabiskan hutan hutan di negara seperti Indonesia untuk peternakannya tanpa peduli akan daratan yang menjadi gundul dan akan rakyat daerah tersebut yang membutuhkan tanah dan hutan untuk hidup hanya untuk menambah keuntungan.
  • Penyia-nyiaan Bahan (McWaste) - Yang membuat produk-produknya tidak dapat didaur ulang, sehingga juga berarti pemborosan dan penambahan sampah hanya untuk menambah keuntungan.
  • Rakus (McGreedy) - Yang mengeksploitasi tenaga kerjanya dengan waktu yang banyak tapi dengan bayaran yang murah hanya untuk menambah keuntungan.
Dan kunjunganmu untuk makan di McDonald's, atau pekerjaanmu di McDonald's, juga berarti mendukung penghancuran planet bumi, mendukung sistem kapitalis yang merusak negara kita, mendukung krisis moneter yang mengguncang negara kita, membiarkan orang-orang miskin dan kelaparan semakin sengsara dan membiarkan diri kita menjadi sebuah boneka tolol yang dapat dirusak, ditekan, dan dihancurkan. Berarti kamu tidak peduli akan kesengsaraan yang diakibatkan oleh uang atau makanan nikmat yang kamu peroleh ! Jangan tergoda dan tertipu oleh hadiah Happy Meal yang bagus ! Apakah kita tidak sadar sebagian penyebab kenaikan harga dollar dan turunya rupiah adalah karena dukungan kita terhadap sistem kapitalis, dukungan kita terhdap McDonald's. Apakah kita terlalu kaya sehingga krisis moneter ini tidak berpengaruh terhadap kita ? Apakah kita terlalu buta untuk melihat kesengsaraan yang diderita sesama kita ? Apakah kita sebuah duplikat dari McDonald's yang lebih baik membuang makanannya daripada diberikan pada orang orang miskin dan kelaparan, yang mengais makanan di tempat sampah hanya utnuk sekedar mengisi perutnya ? Yang ingin terlihat mewah, terlihat kaya, menaikan gengsi, sementara sebenarnya justru menurunkan martabat kita sebagai manusia. Apakah kita termasuk pada orang orang tersebut ? Tapi pada akhirnya semua terserah kepada kita sendiri, Bagaimana kita bertindak, Bagaimana meraih masa depan yang lebih baik, semua tergantung dari tindakankita sendiri. Jadikanlah masa depan menjadi sebuah dunia yang indah untuk hidup kita. (Sumber: Submissive Riot - Non profit anarcho newsletter - #1 /June 1998)

AYAM DI McDONALD'S TELAH MENDERITA UNTUK KITA !
Apakah ada diantara kalian yang tahu, bagaimana McDonald's mematikan binatang-binatangnya utnuk dibuat burger dan produk-produknya ? Inilah sekedar pembeberan fakta dari salah seorang eks-pegawai McDonald's,…"Kondisi petrenakan McDonald's terlalu buruk, tempat tersebut lebih mirp tempat penyiksaan daripada sebuah tempat peternakan, contohnya yang terjadi pada ayam-ayam di peternakan milik McDonald's ... Kondisi peternakan ayam yang akan dibuat "Chicken McNuggets" dll, berada pada kondisi yang menyedihkan. Ayam-ayam tersebut diletakan di sebuah kurungan yang sangat kecil (sebesar kertas A4) dan tidak ada akses sinar matahari. Ayam-ayam itu tidak dapat bergerak sama sekali walaupun untuk sekedar berdiri tegak. Dan sudah sejak kecil, ayam-ayam tersebut disuntik dengan obat-obatan anti biotik dan obat yang membuat ayam ayam tersebut menjadi cepat tumbuh dan berat. 44% dari ayam-ayam tersebut mempunyai problem kesehatan dan memiliki kelainan pada kakinya akibat pengaruh obat dan keadaan kandangnya. Dan ayam-ayam yang mengalami tersebut dipisahkan dari yang lainnya dan dibantai dengan memakai gas. Ayam-ayam yang terpilih (tidak kelihatan cacat) dan berumur sekitar 6-7 minggu, dikirim ke tempat jagal dengan sembarangan. Banyak ayam tersebut mengalami patah tulang dan luka luka, bahkan tidak sedikit yang mati. Di tempat jagal , ayam ayam itu digantung terbalik dan dicelupkan kedalam air yang dialiri listrik untuk mematikannya. Lebih dari 14% ayam-ayam tersebut tidak mati, tapi mengalami penderitaan yang sangat akibat sengatan listrik. Barulah kemudian, kepala ayam tersebut dipotong. Tapi pemotongannya pun tidak sempurna, sekitar 1% dari ayam ayam tersebut masih hidup ketika dimasukan ke dalam tangki daging. Dan ayam yang masih hidup itu akhirnya tetap akan mati, tapi dengan sangat perlahan dan menyakitkan..." Kenapa ayam-ayam tersebut seakan-akan disiksa terlebih dahulu, sebelum dipotong ? Apakah McDonald's kurang kaya untuk memperbaiki kondisi peternakan dan kondisi rumah jagalnya agar binatang binatang tersebut tidak tersiksa dulu ketika akan dipotong ? Bayangkan, hampir setengah dari jumlah ayam-ayam itu mengalami kelainan akibat ulah manusia, dan mereka lalu dimasukan keruang gas dan dibantai, Lalu apa gunanya dipelihara ? Kenapa bukan kondisi peternakannya yang diperbaiki, tapi malah terus menerus membantai ayam ayam tersebut secara sia-sia ? Lalu apakah tidak pernah terpikir oleh kita, efek obat dan kondisi kandangnya saja bisa menimbulkan kelainan pada ayam, bagaimana bila kita memakan ayam yang tubuhnya penuh dengan kadar obat obatan kimia ? Bukan tidak mungkin, kalau kitapun bisa mengalami kelainan, dan mendapat problem serius dengan kesehatan kita. McDonald's menggangap bahwa memastikan mati tidaknya binatang-binatang tersebut waktu sudah disembelih hanya membuang-buang waktu yang mereka anggap juga menghambat keuntungan yang didapat. Kenapa mereka lebih menghargai profit (keuntungan) yang bisa didapat, daripada menghargai nyawa, walaupun itu nyawa bianatang. Kenapa? Mungkin kita berpikir bahwa itu hanyalah sekedar ayam, jadi tak mengapa kalau ayam-ayam itu tersiksa sebelum mati. Sebuah pemikiran yang tolol,… Apakah kita tak pernah berpikir, bahwa seekor ayampun, dapat merasakan rasa sakit, seperti manusia juga. Dan ayam-ayam itu telah mati untuk kita, jadi kenapa tidak kita permundah kematian mereka dengan tidak menyiksa mereka terlebih dahulu? Apakah salahnya membuang sedikit waktu untuk memastikan kondisi peternakan dan memastikan bahwa ayam-ayam tersebut benar benar dipotong ? Dan McDonald's adalah salah satu contoh saja, tentang bagaimana sebuah perusahaan kapitalis menjalankan usahanya dengan tak peduli apapun selain 'profit' yang bisa dikeruk. FUCK McDONALD'S !

Artikel diambil dari: Submissive Riot: Non Profit Anarcho NewsletterPUNX!

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan