artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

HIJABER?? MAKANAN APA LAGI TUH??


By on 24.4.13

Well, sebenernya kami gak peduli dan memang ini bukan hal yang kudu dibicarain disini. Tapi rasa prihatin dan miris kami udah gak nahan buat kami memuat postingan yang ditulis oleh kawan yang memiliki nickname akun kompasiana RONATOPIA dengan judul aseli "Fenomena Hijaber, Murni Karena Perintah Agama atau Tren?" ini. Alasan yang paling kuat adalah setelah kami menyaksikan dengan mata kepala sendiri beberapa teman-teman perempuan kami yang seenaknya mengenakan dan melepaskan penutup kepala (kerudung atau jilbab) semaunya. Dan ketika ditanya, seribu jawaban pun terlontar dari mulut yang sebagai jawaban ketidak siapan mereka atau menutupi kekurangan pola pikir mereka. Prihatin!

Berikut artikel yang ditulis Ronatopia mengenai Fenomena Hijaber

Sudah sering saya temui perempuan-perempuan dengan gaya hijaber yang sedang tren belakangan ini. Pemandangan yang sangat biasa di mall kota-kota besar tentunya. Menutup kepala dengan shawl dililit-lilit, cepol (sanggul buatan) yang tinggi, baju warna-warni dengan motif nabrak. Saya sebenarnya enggak tahu secara pasti mereka pakai begituan buat apa atau atas dasar apa.

Mirisnya lagi, yang bergaya hijaber – hijaber macam itu pakaiannya tidak jauh lebih sopan daripada pakaian orang-orang yang tidak memakai penutup kepala sama sekali. Mereka seakan jadi korban perancang-perancang busana ‘muslim’ yang mengatas namakan berbusana muslim ‘modis tapi syari’.

Mengapa saya bilang seperti itu? Kalau memang serius menutup aurat atas perintah agama tidak seharusnya berpakaian seperti itu. Tidak ada anjuran benar-benar menutup aurat dengan pakaian super ketat, lengan hanya sebatas siku, pinggul kemana-mana, kerudung cuma dililit-lilit tidak menutup dada.

Kalau memang dasarnya menutup aurat karena perintah agama ya pakailah jilbab yang menutup dada, longgar, tidak menonjolkan lekuk tubuh. Kalau pengen modis ya gak harus ketat lah, masih banyak yang modis tapi syari.

Tapi bila memakai hijab atas dasar tren sih saya enggak tahu ya. Pasti lambat laun juga balik lagi ke gaya semula kalau tidak didasari perintah agama yang kafah. (sumber)

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan