artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

DEADLY MINCE GRINDCORE Pertemuan Silang Tiga Definisi Historis Grindcore Indonesia


By on 10.4.13


Kalo ditanya siapa yang paling gak kompromi masalah berisik dan kecepatan di album ini ya jawabannya Onset Of Serious Problems. Dan kalo ditanya siapa band yang paling oldskool musiknya di album ini ya jawabannya jatuh kepada Grind Buto. Dan kalo ditanya siapa band yang paling seru didengernya ya jawabannya jatuh ke Proletar.

DEADLY MINCE GRINDCORE The Third World Scum Project adalah nama album yang berisi beberapa lagu dari 3 band diatas. Album 3 way split yang digarap oleh beberapa label ini (Masasiorangutan Records, RAPS Records, Bloodwave Records, Bizzare Sounds Production, Radikal Hijau Records, Grindtoday Records, Deathmutt Records, dan Grindfather Productions) "secara berlebihan" bisa gue bilang sebagai portal pertemuan silang antara 3 definisi grindcore secara historis di scene lokal Indonesia ini. Dan sangat dianjurkan sekali andai kalian telah membaca penjelasan "berlebihan" ini anda segera menghubungi pihak-pihak label diatas atau bandnya untuk mendapatkan (membeli) CD-nya terus didengarkan agar lebih jelas dan anda bisa cocokkan "berlebihan tidaknya" review yang saya buat ini hehehe (berlebihan ya?).

Oke, berikut kenapa 3 way split ini bisa gue bilang sebagai portal pertemuan silang antara 3 definisi grindcore secara historis di scene lokal ini??Alasannya yang jelas bukan selalu dari permasalahan usia band yang ada album ini, melainkan lebih kepada tipikal musik mereka dialbum ini. Sumpah, gue udah lama gak nyimak Grind Buto, masih ngikutin perkembangan Proletar lewat Fanpage facebooknya dan baru aja beberapa hari lalu dengerin Onset Of Serious Problems dialbum split mereka dengan Low Fat (Thailand). Dan ketika CD ini jatuh ketangan gue pun itu gue kudu harus nyari suasana dan tempat yang bisa bikin gue konsentrasi buat ngasih penjabaran jelas tentang album ini (berlebihan ya? hehe).

Dan fase paragraf ini adalah untuk putaran ketiga gue setel album ini secara beruntun, dan pas banget jatuh di lagu milik Grind Buto yang berjudul "Gods". Waw atau Wah adalah satu suku kata yang pantas terlontar kalo dengerin salah satu Eyang grindcore Indonesia yang satu ini. Grind Buto di album ini secara historis mewakili PORTAL SATU, yaitu Portal dimana gue tempatin sebagai FASE DEFINISI DEKADE AWAL GRINDCORE DI INDONESIA, dimana 1990-an Grindcore disini identik dengan Death Metal yang sangat kental dipengaruh Harmony Coruption-nya Napalm Death, World Downfall-nya Terrorizer, Symphonies Of Sickness-nya Carcass pada masa itu. Sampe muncul nama-nama yang gue tau di Jakarta seperti TENGKORAK yang sering mengcover beberapa lagu Napalm Death dari album Harmony Coruption, kemudian SUFFERING yang salah satu personilnya (waktu itu) kecanduan banget ama Carcass, kemudian makin kesini makin keliatan dimata gue beberapa band grindcore seperti dan salah satunya Grind Buto ini (kalo disebutin yang lainnya kepanjangan, tujuan gue bikin review, bukan bikin daftar band disini hehe, berlebihan ya?? hahay deh ...).

Grind Buto menempati Portal Satu dari tipikal lagu-lagunya di album ini. Kalo dengerin tiga lagu mereka di album ini gue ngerasain masa-masa ngeraba gue tentang apa itu GRINDCORE?? (maklum, warnet belom ngejibun kaya sekarang pada masa itu). Gue justru tau banyak ketika gue sering dateng ke gigs ketemu banyak orang dan dapetin banyak input banyak pula, cuma simpang siur dan justru bikin gue bingung haha ... whatever lah ... lanjut nyok? Hmm ... gimana ya ngegambarinnya tentang Grind Buto di album ini? Gini deh, mereka Grindcore abis pokonya, cuma ya itu tadi unsur Death Metal gak bisa dipungkiri kentel bener, soundnya oldskool asoy asoy gimanaaa gitu ... kalo kalian mau memorian ke masa dekade 90'an atau mau tau gimana sih musik scene Grindcore dekade itu?? ya dengerin aja Into The Hell, Evildemic, dan Gods milik Grind Buto di album ini, kalo belom puas cari aja kaset-kaset lama produksi 90'an.

Oke, sekarang kita beralih ke band yang bisa dibilang cukup cerdas mengolah lirik dan aransemen musik mereka, yaitu Proletar. Band yang kalo bisa dibilang adalah salah satu pionir generasi kedua Grindcore di scene Indonesia ini bikin gue ngangguk-ngangguk dengan Reek Of Putrefaction milik Carcass (UK Pathological Goregrind Legend) yang mereka cover dibantu Nino Aspiranta (Trauma) sebagai guess Vocal. Aseli alus wow ... walau kadang agak sedikit agak kurang nyaman sama beberapa ketukan drumnya bang Levoy tapi mantap ini. 4 lagu dengan typikal yang masuk ke PORTAL DUA, portal akhir 90'an sampe pertengahan 2000, dimana mulai munculnya beberapa band Grindcore (atau sengebut grindcore) yang berasal dari scene Hardcore/Punk lokal Indonesia, kemunculan ini dibarengi oleh asupan informasi yang makin tajam ke scene lokal sini dimana band yng menginfluence scene disini makin banyak dan varian. Sebutlah nama genre Crust Punk, Crust Core, Crust Grind atau Power Violence yang pada masa itu digandrungi banyak scenester lokal yang memancing munculnya band-band "ngebut" pada fase Portal dua ini. Beberapa band yang muncul pada fase PORTAL DUA ini selain Proletar adalah Gory Inhuman Genocide, atau jauh sebelumnya ada Extreme Decay, Cryptical Death, atau Youth Against Fascism (sekali lagi, kalo disebutin yang lainnya kepanjangan, tujuan gue bikin review, bukan bikin daftar band disini hehe, berlebihan ya?? hahay deh ...). 


Yup, udah agak ngantuk nih, tapi pas mau ngantuk muncul lagi tuh Reek Of Putrefaction dikuping dan gak tau ini udah keberapa kalinya, gak jadi ngantuk dah ah hehe ... Lanjut kita ke porsi Proletar di album ini. mereka bener-bener mewakili dalam artian dari sisi sound musik dan liriknya mewakili sebuah "keseruan" yang di album ini. Empat lagu grindcore dengan model yang Mincecore (Anarcho-Grindcore kalo kata Om Jan Frederixx Agathocles, tanya aja kalo gak cayaan ... hehe), dan sound yang studio banget menyuguhkan skema ketidakpuasan (keliatan dari liriknya) terhadap apa yang mereka rasakan dan mereka liat (soalnya Proletar doang yang make lirik di sleeve cover CD-nya hehe). Pokoknya Mince to the core-lah intinya mah, lagu pertama ada sedikit sentuhan UNSEEN TERROR sepertinya didepannya ... seru!! (berlebihan gak?? berlebihan ya?? hehe).

Well, dari Obituari Darah Muda-nya Proletar, masuk ke Into The Hell-nya Grind Buto kerasa banget kaya ke jeblos ke liang lahat yang gak tau dalemnya berapa meter, pokoknya dari seru-seruan tiba-tiba jadi mencekam dan terasa gelap. Tapi dari Godz-nya Grind Buto ke Policia Brutality-nya Onset Of Serious Problems suasana gelap itu jadi sebuah kemarahan, hahaha kalo gue bayangin gue ibarat manusia yang tadinya dalam suasana mau mati dalam kegelapan tiba-tiba justru gue ada ditengah massa yang lagi lempar batu, molotov, kearah kerumunan Polisi. Intinya gue gak jadi mati, tapi malah dapet kekuatan untuk ngelawan sesuatu yang sebelumnya mau ngebawa gue ke arah kematian .... aseli teriakan vokal Enju aka Wahyu Sanjaya di awal-awal lagu Policia Brutality ini sangat-sangat mengingatkan salah satu lagunya Gride (Ceko hardcore/grind), dialbum Mo┼żnost Volby?.

Woohaaa akhirnya nyampe juga ke Onset Of Serious Problems di album ini. Aseli, band ini justru yang bikin dua band lain di album ini (Proletar dan Grind Buto) menjadi terlihat lebih muda, dan musik yang OOSP di album ini justru yang menjadikan dua personilnya menjadi terlihat lebih muda. Jujur, ini band baru tapi isinya dua orang bisa dibilang sekampung yang udah pengalaman banget di scenenya masing-masing. Sebutlah Bondie sang drumer, band Genderuwo dipertengahan dekade 90'an, terus pernah di Troops Of Brutallity, Panic Disorder, dan juga pernah bikin proyekan band grindcore Peligro. Ya, Bondie matang di scene genre Death Metal, Dan Enju, pertengahan 90'an ngedrumin Banzai, pernah juga sama Dead Soldiers, Thingking Straight, frontman-nya Taste Of Flesh dan berbarengan dengan OOSP ini dia juga aktif di Duc Tape Surgery yang jelas-jelas beda pisan ama OOSP musiknya (kalo di splitin OOSP sama Duc Tape seru kali yee hehehe ... berlebihan gak??). Dan dua orang ini mewakili PORTAL TIGA, yaitu Portal terkini di perkembangan musik grindcore yang makin varian definisi baik dari segi musik, sound, ataupun liriknya di secene lokal. dan perpaduan dua personil OOSP ini adalah sesuatu hal yang "gak mungkin" terjadi kalo mereka ada di PORTAL SATU (dekade awal grindcore di scene lokal). Salute!!

Ya intinya, kemarahan, ketidak kompromian, dan berisik di album ini dipegang ama Onset Of Serious Problem kayanya hehe. Setelah Grind Buto dengan Kegelapannya dan Proletar dengan Kegaharan dan Keseruannya, dengan kata lain, di album 3 way split bertitel DEADLY MINCE GRINDCORE The Third World Scum Project ini, semua band punya porsinya sendiri-sendiri baik itu secara musikal, lirikal (lirik maksudnya ...) ataupun atmosfir musik yang diciptakannya kepada pendengar. Dan gue ucapin banyak-banyak terimakasih buat Grindtoday Records yang udah menyediakan peluang gue buat ngereview album yang emang udah gue incer ini sejak kemunculan pertama flyernya di Fan Page Facebooknya Proletar

Oke deh, cukup sedemikian rupa aja review belang bentong berlebihan gue buat album yang gue sebut diatas sebagai portal pertemuan silang antara 3 definisi grindcore secara historis di scene lokal Indonesia ini. Ya intinya itulah secara personal yang gue ikutin perkembangannya disini pokoknya. GRINDCORE AMPE MAMPUS!!!

NB: Kalo ada yang mau beli silahkan ... sangat disarankan membeli karena niat SUPPORT, bukan cuma niat BELI hehe ... silakan klik aja nama-nama label yang udah ditulis diatas ya ... (grindhacker)

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan