artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

DAN TUHANPUN MALU ....



Inilah sebuah tulisan pendek dari saya yang saya dapat ketika saya membuat nasi goreng asal-asalan a la Chef (hehe) yang dibarengi suara bising toa (loud speaker) mesjid yang kebetulan malam itu sedang ada Tabligh Akbar ....

... Dan berkumpullah para pesohor-pesohor fasis Religius yang namanya cukup akrab ditelinga kita karena ulah dan aksi frontal mereka dari mulai melukai perorangan, tempat-tempat hiburan, kantung-kantung pergerakan kiri, Majalah Porno, sampai merusak gedung-gedung pemerintahan. Mereka tidak sendiri, disana ada beberapa pesohor dari dunia Jin, Malaikat, dan Iblis.

Ya, semua berada dalam sebuah ruangan gelap yang hanya diterangi oleh kemilau cahaya Tuhan. Namun, Anehnya cahaya itu sedikit meredup malam itu. Melihat gelagat ini, Jibril, sosok yang paling dekat dan dipercaya oleh Tuhan sangat tahu kenapa Cahaya Tuhan itu redup ... Sedikit akhirnya Jibril mendekati Tuhan dan berkata:"Wahai kau Sang Maha Pencipta, ada apa gerangan hingga Cahayamu begitu redup saat ini ..."

Lalu Sang Tuhan tersenyum sambil sesekali mimik mukanya nampak berkerut sedih, seakan senyuman itu "sangat terpaksa" dia keluarkan. Dan diapun berkata "Wahai Jibril, Aku Malu saat ini ..."

Mendengar kaliamat itu, Jibrilpun makin mendekati Tuhan sambil berbisik "Malu? kenapa Yang Mulia Malu? Apakah ada alasan yang membuat anda malu Yang Mulia ..."

Tuhan mencoba menghela nafas sambil mencoba sesekai membusungkan dada yang menggambarkan keseriusan Tuhan menghela nafas menyiapkan jawaban dari sang Jibril ... kemudian Tuhan berkata pelan kearah Iblis sambil melirik ke para pesohor Fasis religius yang memang sedang berdzikir seakan akan sedang mengemis Kemuliaan dari Tuhan ... "Aku Malu oleh manusia - manusia yang katanya mereka membawa Amanat dan Firman-Firman ku, lihat mereka Jibril, mereka bukan sedang berdzikir, tapi meminta sesuatu dariku. Aku malu Jibril, aku malu sebagai pencipta mereka, malu atas tindakan - tindakan mereka yang mengatas namakan Firman-Firmanku, karena aku tidak mengajarkan Kekerasan dan pemaksaan dalam bentuk apapun dalam Firman-Firmanku ... Lihat juga Iblis yang sangat sinis tersenyum kepadaku ... Ya, Iblis merasa telah memperoleh sebuah kemenangan dariku atas kelakuan mereka ... Lihat!"

Mendengar itu, Jibril agak sedikit manjauh dari Tuhan dan mengangkat bahu sambil mengerutkan muka seakan-akan memberikan isarat "yah, mau gimana lagi?" dan kemudian dia berkata kepada Tuhan "Wahai Yang Mulia, Aku akan lakukan apapun yang anda perintahkan agar sinar redup Tuhan berakhir."

Tuhan tersenyum bangga kepada Jibril sambil memberikan pena dan kertas diapun berkata "Catat, semua kejadian yang terjadi disini saat ini, termasuk perbincangan kita ... kemudian sebarkan ke Bumi. Biar semua mahluk tahu, kalau aku tidak pernah mengajarkan sesuatu untuk perpecahan, pengrusakan, kefanatikan, pembenaran, dan hal hal yang menginjak-injak asas-asas kehidupan yang sudah aku ciptakan, aku menciptakan Firman-Firman ini agar manusia dapat membebaskan dirinya menjadi manusia merdeka, bertegur sapa dengan siapaun atau apapun tanpa harus memilih-milih warna, bentuk, dan latar belakangnya ... catat itu Jibril! dan sebarkan!"

Ditulis oleh Dimas Djoen Jr. pada 27 januari 2012

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan